Ancaman terbaru Donald Trump terhadap Iran terdengar keras dan gamblang: "penghancuran total". Kalimat itu ia lontarkan, konon, sebagai senjata tekanan menjelang negosiasi rumit di Pakistan. Tapi apa sebenarnya yang ia maksud dengan frasa mengerikan itu? Bukan sekadar retorika kosong, menurut sejumlah pengamat.
Teuku Rezasyah, seorang pakar hubungan internasional, punya pandangan yang cukup suram. Ia melihat pola yang berulang. Menurutnya, Trump kemungkinan besar akan mengulangi apa yang pernah AS lakukan di Irak dulu.
"AS berpotensi mempraktikkan kembali 'Carpet Bombing'," ujar Rezasyah kepada wartawan, Minggu lalu.
Ia melanjutkan, serangan semacam itu tak akan pandang bulu. "Dalam serangan barunya nanti, AS akan menyerang semua fasilitas sipil dan militer, yang dianggapnya penting," katanya.
Artikel Terkait
Penjualan Mobil Nasional Anjlok 13,8% pada Maret 2026, Libur Panjang Jadi Penyebab
Dukcapil: Proses Cetak Ulang e-KTP Hilang Gratis dan Tanpa Surat RT/RW
Oknum Bhabinkamtibmas Grobogan Diamankan Usai Viral Minta Uang Keamanan ke Ibu-ibu
Polisi Karawang Amankan Mobil Pelaku Tabrak Lari Usai Video Viral