Ucapan itu disampaikannya dengan nada khas yang terukur. Seperti biasa, pria berusia 70 tahun yang memimpin 1,4 miliar umat Katolik ini tetap lembut. Namun di balik itu, kritiknya kali ini termasuk yang paling tajam menyikapi gelombang konflik global. Ini adalah salah satu permohonannya yang paling bersemangat untuk mengakhiri pertikaian di Timur Tengah. Menurutnya, iman sangat dibutuhkan sekarang, untuk menghadapi momen-momen dramatis dalam sejarah ini secara bersama-sama.
Di sisi lain, Paus asal Amerika ini juga menyoroti tanggung jawab para pemimpin negara. Seruannya jelas.
“Saudara-saudari terkasih, tentu ada tanggung jawab yang mengikat yang dibebankan kepada para pemimpin negara. Kepada mereka kami berseru: Hentikan! Sudah waktunya untuk perdamaian!” tegasnya.
“Duduklah di meja dialog dan mediasi, bukan di meja tempat persenjataan ulang direncanakan dan tindakan mematikan diputuskan!”
Namun begitu, seperti kebiasaannya, pria kelahiran Chicago ini tidak menyebut nama-nama politisi tertentu. Ia juga menghindari menyebut negara mana pun secara langsung. Pesannya universal, ditujukan untuk semua pihak yang terlibat dalam lingkaran kekerasan.
Artikel Terkait
Harga Emas 24K Tembus Rp2,49 Juta per Gram, Buyback Lebih Tinggi dari Harga Jual
Analis: Cak Imin Lebih Berpeluang Maju sebagai Capres Ketimbang Cawapres di 2029
Tes Kemampuan Akademik Pendidikan Kesetaraan Digelar, Inklusivitas ABK Jadi Sorotan
Waspadai Risiko Kesehatan di Balik Kenikmatan Seblak yang Sedang Tren