Telkom dan NeutraDC Bangun Hyperscale Data Center di Batam untuk Jawab Lonjakan AI
PT Telkom Indonesia bersama anak usahanya, NeutraDC, mengembangkan hyperscale data center (HDC) di Batam. Proyek strategis ini bertujuan memenuhi kebutuhan infrastruktur digital yang melonjak drastis akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan memposisikan Indonesia sebagai hub digital utama di Asia Tenggara.
Permintaan Data Center Meledak Berkat AI
Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, mengungkapkan percepatan luar biasa permintaan pusat data didorong langsung oleh kemajuan AI. Data center Batam ini telah mencapai tahap Topping Off.
"Permintaan terhadap data center sangat dipercepat oleh perkembangan AI. Siapa yang menyangka perkembangan ini akan seperti ini lima tahun lalu? Tidak ada yang bisa memprediksi," tegas Dian dalam Topping Off Ceremony NeutraDC Hyperscale Data Center di Kabil, Batam.
Kolaborasi Kunci Wujudkan Proyek Hyperscale Data Center
Fasilitas canggih ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara NeutraDC (Telkom), Nxera (Singtel), dan Medco Power Indonesia. Dian menekankan bahwa kerja sama adalah kunci merealisasikan proyek infrastruktur digital berskala besar.
"Di Telkom, kami percaya bahwa hanya melalui kolaborasi, segala sesuatu akan terwujud," ujarnya.
Kapasitas dan Rencana Pengembangan Data Center Batam
Pusat data Batam menjadi bagian dari rencana akselerasi pengembangan data center Telkom di seluruh Indonesia. Tahap awal fasilitas ini memiliki kapasitas 18 megawatt (MW) dengan potensi pengembangan hingga 54 MW yang terbagi dalam tiga kampus.
Gedung pertama (BTM-1) dari NeutraDC Nxera Batam ditargetkan beroperasi pada semester pertama 2026. Proyek ini merepresentasikan komitmen TelkomGroup dan mitra dalam membangun fondasi digital berkelas dunia untuk Indonesia.
Dukungan Konektivitas AI dan Posisi Strategis Batam
CFO Singtel Digital InfraCo dan Nxera, Cyndi Pei, menyatakan fasilitas ini akan memainkan peran penting dalam mendukung konektivitas AI. Kekuatan AI, menurutnya, sangat bergantung pada infrastruktur yang berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan andal.
CEO NeutraDC, Andreuw Th.A.F, menjelaskan keunggulan lokasi Batam yang dekat dengan Singapura, memungkinkannya menangkap permintaan overflow dari Singapura. Sekitar 80% permintaan untuk fasilitas di Batam diperkirakan berasal dari luar Indonesia.
Teknologi Mutakhir dan Dukungan Transformasi Digital Nasional
CEO NeutraDC Nxera Batam, Indrama Y.M. Purba, mengungkapkan kampus data center mereka telah dilengkapi dengan teknologi pendingin liquid cooling dan lantai yang kuat untuk menopang server GPU berat yang esensial untuk komputasi AI.
Senior Director Danantara, Bhimo Aryanto, menyebut proyek ini sebagai simbol kolaborasi dan kepercayaan diri terhadap masa depan digital Indonesia, yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
"Infrastruktur digital seperti fasilitas ini sangat krusial. Ini memastikan pertumbuhan didukung oleh infrastruktur yang aman, terukur, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Google Sediakan Fitur Bawaan Lacak, Kunci, hingga Hapus Data Ponsel Android yang Hilang
WhatsApp Bisa Diakses Tanpa Scan Kode QR, Pakar Ingatkan Risiko Penyadapan dan Pelanggaran Privasi
YouTube Batasi Akses Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia Patuhi PP Tunas
Peneliti Temukan Spesies Baru Laba-laba Hantu di Habitat Bambu Jawa