Di sisi lain, gelombang sportainment yang kian masif memang mendorong mobilitas tinggi atlet dan pelaku industri olahraga lintas negara. Situasi ini menuntut layanan yang adaptif, cepat, dan efisien. Peran imigrasi pun bergeser, tidak lagi sekadar pengawas ketat di perbatasan, tetapi juga menjadi fasilitator untuk sektor-sektor potensial seperti olahraga.
Hendarsam menambahkan, kehadiran atlet asing sebenarnya membawa manfaat ganda. Selain meningkatkan kualitas kompetisi domestik, mereka juga berperan seperti duta yang membawa citra positif Indonesia ke mata dunia.
Namun begitu, fungsi pengawasan tetaplah tidak dikesampingkan, terutama untuk WNA yang bekerja di Indonesia. Hanya saja, pendekatannya kini lebih mengedepankan aspek pembinaan dan pencegahan, termasuk melalui edukasi, ketimbang sekadar tindakan represif.
Ke depan, kebijakan ini diharapkan bisa benar-benar memperkuat ekosistem olahraga tanah air. Dampaknya diharapkan meluas, tak cuma di lapangan pertandingan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lewat penyelenggaraan berbagai event olahraga bertaraf internasional di Indonesia.
Artikel Terkait
Pasokan Minyak Global Krisis, Harga Fisik Tembus Rekor Tertinggi
Dua Perempuan di Lebak Jadi Tersangka Usai Injak Al-Quran untuk Sumpah
Persija Gilas Persebaya 3-0, Eksel Runtukahu Cetak Brace
Harga Emas 24K Tembus Rp2,49 Juta per Gram, Buyback Lebih Tinggi dari Harga Jual