Lalu, apa penyebabnya? Pahlevi menunjuk pada momen-momen liburan besar. Libur Natal dan Tahun Baru di Januari lalu memberikan dorongan awal. Kemudian, momentum Lebaran 1447 Hijriah yang jatuh pada Maret 2026 juga menyumbang gelombang penumpang yang signifikan.
Untuk menghadapi semua itu, operasional bandara disiagakan penuh 24 jam. Langkah ini disesuaikan dengan kebutuhan riil maskapai, tujuannya jelas: memastikan ketersediaan jadwal dan mengoptimalkan setiap slot waktu yang ada.
Di sisi lain, pembukaan rute-rute baru di berbagai bandara turut memberi angin segar. Ini adalah hasil kolaborasi dengan maskapai untuk memperkuat jaringan, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Pahlevi menegaskan, semua upaya ini adalah bagian dari peran perusahaan dalam mendukung roda perekonomian nasional.
Nah, kalau ditanya bandara mana yang paling sibuk? Lima besar ini jawabannya. Puncaknya tentu Bandara Soekarno-Hatta dengan 13,48 juta penumpang. Disusul oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai (5,34 juta), Juanda (3,21 juta), Sultan Hasanuddin (2,34 juta), dan Kualanamu (1,80 juta).
Memasuki kuartal kedua, fokusnya akan bergeser. InJourney Airports sudah menyiapkan diri untuk menyambut angkutan haji dan juga periode libur sekolah. Komitmen untuk transformasi layanan terus dijalankan, lewat pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, dan tentu saja, pemanfaatan teknologi dalam operasional sehari-hari.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Intelijen AS Ungkap Rencana Pengiriman Rudal Anti-Pesawat China ke Iran
Imigrasi Siapkan Jalur Cepat dan Tim Khusus untuk Atlet Asing
Duel Dua Rising Star BRI Liga 1: Malut United Vs Dewa United di Ternate
Rennes Kalahkan Angers, Perkuat Peluang ke Liga Champions