Istanbul – Sekretaris Jenderal D-8, Duta Besar Sohail Mahmood, mengungkapkan kepada Anadolu bahwa beberapa negara anggota organisasi itu punya peran krusial dalam upaya meredakan ketegangan antara Iran dan AS. Menurutnya, Pakistan, Turki, dan Mesir telah aktif jadi penengah untuk mencegah perang itu makin meluas.
“Mereka mendukung gencatan senjata,” ujar Mahmood. Tak hanya itu, mereka juga mendorong solusi diplomatik yang bisa bertahan lama.
Dalam pernyataan tertulisnya, dia menegaskan semua pihak memikul tanggung jawab sejarah dalam pembicaraan gencatan senjata yang direncanakan di Pakistan itu. Mahmood merasa, diplomasi diam-diam selama beberapa pekan terakhir telah membuka peluang penting. “Ini kesempatan untuk mundur dari ambang kehancuran,” katanya.
Dia pun berharap pembicaraan di Islamabad nanti bisa produktif dan membuahkan perdamaian yang stabil. Tapi dia juga mengingatkan, risiko situasi ini masih sangat besar. Pasar energi global, misalnya, bisa terguncang kalau pasokan minyak dari Teluk Persia jadi tidak stabil. Ekonomi banyak negara yang bergantung di sana pasti ikut terpukul.
Namun begitu, peluang untuk sebuah terobosan tetap ada. Mahmood menyatakan harapannya agar semua pihak bertindak serius dan penuh tanggung jawab. “Supaya negosiasi ini berhasil,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Kemacetan Parah Landa Kawasan Lapangan Banteng Imbas Gelaran Lebaran Betawi
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah