Lantas, untuk apa dana sebesar itu? Prabowo punya gambaran yang sangat konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat.
“Kalau kita punya bayangan dengan uang ini kita bisa memperbaiki 34.000 sekolah di seluruh Indonesia,”
tegasnya.
Sebagai perbandingan, ia menyebut bahwa tahun sebelumnya pemerintah baru sanggup merehabilitasi sekitar 17.000 sekolah. Artinya, dana yang diselamatkan ini potensinya dua kali lipat dari anggaran sebelumnya. “Sekolah-sekolah yang berbelas tahun tidak mengalami perbaikan,” tambahnya.
Namun begitu, manfaatnya tak berhenti di sana. Prabowo juga memberikan ilustrasi lain. Dana triliunan rupiah itu, katanya, bisa dialihkan untuk program perumahan.
“Bisa juga dibayangkan kalau membantu renovasi rumah untuk rakyat berpenghasilan rendah ini dapat memperbaiki 500.000 rumah lebih. Berarti bisa memberi manfaat kepada 2 juta rakyat kita berpenghasilan rendah,”
paparnya.
Acara penyerahan hari ini, di tengah tumpukan berkas dan laporan keuangan, pada akhirnya mencoba menjawab satu pertanyaan sederhana: uang rakyat yang sempat hilang, kini kembali. Dan dampaknya, setidaknya menurut hitungan di atas kertas, bisa langsung menyentuh ranah pendidikan dan tempat tinggal masyarakat. Tinggal menunggu eksekusinya saja.
Artikel Terkait
Ombudsman RI Baru Fokus Benahi Internal dan Dampingi Program Pemerintah
Bantuan Logistik Tiba Lewat Laut untuk Korban Gempa Susulan Batang Dua
Yusril Tegaskan Kasus Siram Air Keras Bukan Tindakan Terorisme
Partai Perindo Salurkan Bantuan Air dan Mie Instan untuk Korban Gempa Ternate