Di sisi lain, Tiza Mafira dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik punya sudut pandang serupa. Tapi ia menyoroti kebiasaan lain yang sering kita lupakan: bawa botol minum sendiri.
“Dengan banyak daerah yang melarang kresek, masyarakat juga terbiasa membawa tas belanja sendiri,”
jelas Tiza.
Ia menambahkan, selain tas belanja, membawa wadah untuk bahan basah ke pasar juga langkah konkret. Yang tak kalah penting adalah mengubah cara belanja barang rumah tangga. Coba deh cari layanan isi ulang atau beli bumbu dapur secara curah. Dengan begitu, kita bisa memotong penggunaan kemasan plastik tambahan yang seringkali cuma jadi sampah dalam hitungan menit.
Intinya, tekanan geopolitik ini membuka mata. Ketergantungan pada minyak punya konsekuensi yang luas, sampai ke plastik yang kita pakai sehari-hari. Tapi di balik tantangan, selalu ada ruang untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil yang justru paling berdampak.
Artikel Terkait
Prabowo: Dana Rp31,3 Triliun Hasil Penyelamatan Negara Dapat Perbaiki 34 Ribu Sekolah
Empat Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kembali Boleh Bermain di Belanda
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal AFF 2026, Ulangi Final 2024?
Satpam di Surabaya Bobol TK Tempatnya Bekerja, Curi Rp43 Juta