TVRINews – Beirut
Serangan Udara Masif Memperburuk Resesi dan Kelangkaan Pasokan Medis di Tengah Eskalasi Konflik
Infrastruktur kesehatan Lebanon benar-benar ambruk. Titik nadirnya sudah tercapai. Gelombang serangan udara yang mengguncang Beirut dan sekitarnya memaksa rumah sakit beroperasi jauh melampaui batas kemampuannya. Semua ini terjadi di tengah kondisi ekonomi negara yang sudah lama terpuruk, tentu saja.
Para tenaga medis punya satu peringatan keras: bencana kemanusiaan yang lebih dalam akan segera terjadi. Pasokan bahan medis vital kian menipis, sementara pemadaman listrik terus berlangsung tanpa kepastian.
Suasana mencekam langsung terasa di Rumah Sakit American University of Beirut (AUB). Ruang gawat daruratnya penuh sesak.
Ratusan warga sipil memadati koridor. Di antara mereka, terlihat anak-anak yang terpisah dari orang tuanya. Mereka semua adalah korban dari serangan udara intensif yang dalam waktu singkat menghantam lebih dari seratus target berbeda.
“Kami menerima sekitar 76 orang terluka dalam waktu kurang dari satu jam. Enam di antaranya tidak berhasil diselamatkan,” ujar Dr. Salah Zeineldine, Kepala Medis AUB, kepada Al Jazeera.
Dia menegaskan, rumah sakitnya kini berfungsi sebagai pusat evakuasi utama bagi para korban.
Sistem Kesehatan yang Sudah Rapuh Terbebani
Data awal dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, dirilis Kamis lalu, menyebutkan korban tewas akibat serangan pada Rabu, 9 April 2026, telah mencapai 303 jiwa. Yang luka-luka lebih dari 1.150 orang.
Kementerian juga menyatakan, sedikitnya 110 dari korban tewas adalah perempuan, anak-anak, dan lansia. Angka yang memilukan.
Dr. Zeineldine menyoroti fenomena tragis lainnya: banyak pasien kritis adalah anak-anak, bahkan ada bayi yang baru berusia beberapa minggu. Mayoritas cedera yang ditangani berupa trauma tumpul dan patah tulang, akibat tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur oleh ledakan.
Artikel Terkait
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang
BPBD DKI Tegaskan Semua ASN WFO, Tak Ada Pengecualian WFH
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi