Ferdinand punya dugaan kuat. Kalau kasus ini sampai disidangkan, mantan presiden itu akan kelimpungan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pengacara lawan. Salah satu titik kritisnya justru soal masa kuliah dulu, tepatnya tentang skripsi.
"Salah satunya nanti akan ditanya, 'Siapa sebetulnya dosen pembimbing skripsi Pak Jokowi?'. Ini akan menjadi pertanyaan yang tidak pernah bisa dijawab, karena dulu Pak Jokowi mengaku Pak Kasmujo," paparnya.
Masalahnya, klaim itu sudah dibantah sendiri oleh orang yang disebut-sebut. "Pak Kasmujo kemudian belakangan membantah. Dan sampai sekarang kita tidak pernah mendengar lagi siapa sebetulnya dosen pembimbing skripsi Pak Jokowi," sambung Ferdinand.
Jadi, begitulah. Isu Rp20 miliar dan pertanyaan tentang pembimbing skripsi, bagi Ferdinand, adalah dua hal yang saling berkait dalam sebuah konspirasi yang sengaja diciptakan. Semua itu, katanya, agar perkara utama tidak pernah benar-benar sampai ke sidang pengadilan.
Artikel Terkait
BPBD DKI Tegaskan Semua ASN WFO, Tak Ada Pengecualian WFH
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur dalam Penerbangan ke Magelang, Sambut HUT ke-80 TNI AU