Jakarta - Di tengah momen Ramadan dan Idulfitri yang kerap jadi pemicu kenaikan harga, Banyuwangi justru mencatatkan prestasi yang patut disorot. Laju inflasi kabupaten itu di Maret 2026 ternyata berhasil dikendalikan, bahkan lebih rendah dari rata-rata provinsi maupun nasional.
Angkanya? Cuma 0,37 persen. Bandingkan dengan inflasi Jawa Timur yang 0,38 persen, apalagi nasional yang menyentuh 0,94 persen pada periode yang sama. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) ini cukup mengejutkan, mengingat tekanan harga biasanya selalu muncul saat lebaran.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, tak menyembunyikan rasa syukurnya.
"Ini berkat kerjasama kolaboratif banyak pihak, yang bekerja keras menjaga stabilitas harga, sehingga inflasi Banyuwangi tetap terjaga," kata Ipuk, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2026).
Di sisi lain, Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam mengakui bahwa tekanan inflasi itu nyata adanya. Menurutnya, lonjakan harga sejumlah komoditas pokok seperti daging ayam, cabai rawit, telur, dan daging sapi memang terjadi, dipicu permintaan yang melonjak selama Ramadan. Belum lagi soal LPG 3 kg, yang harganya ikut terdongkrak karena permintaan membubung tinggi hingga akhir Maret lalu.
Artikel Terkait
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Titik Hari Ini, Khusus Perpanjang SIM A dan C
Lima Lembaga Intelijen yang Membentuk Peta Kekuatan Global
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon