"Situasi global yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir juga turut mempengaruhi inflasi daerah hingga nasional. Di antaranya kenaikan harga bahan bakar non subsidi akibat perang di timur tengah," jelasnya.
Lalu, apa rahasianya? Ternyata, di balik angka yang relatif rendah itu ada upaya serius dari pemda. Mereka tidak tinggal diam. Satgas pangan rutin turun ke pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan untuk memantau stok dan harga langsung dari lapangan.
Tak cuma memantau, aksi nyata juga digelar. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) gencar mengadakan operasi pasar sembako murah di berbagai kecamatan. Tujuannya sederhana: memastikan masyarakat bisa belanja kebutuhan pokok tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Untuk mengatasi persoalan kelangkaan gas, Pemkab juga menggelar operasi pasar khusus LPG 3 kg di sejumlah titik. Langkah ini cukup efektif meredam gejolak harga dan memastikan pasokan tersedia.
Jadi, meski angin global dan situasi hari raya mendorong harga naik, Banyuwangi berhasil menunjukkan bahwa dengan kolaborasi dan intervensi yang tepat, laju inflasi bisa tetap dijaga. Hasilnya, perekonomian masyarakat pun lebih stabil di momen yang rentan ini.
Artikel Terkait
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Titik Hari Ini, Khusus Perpanjang SIM A dan C
Lima Lembaga Intelijen yang Membentuk Peta Kekuatan Global
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon