"Kita ingin JKP ini bukan cuma sekadar nominal," tegasnya. Visinya jelas: JKP harus menjadi jaring pengaman. "Kita ingin ini menjadi instrumen agar ketika risiko hidup dihadapi, mereka tidak jatuh pada kemiskinan."
Nah, di sinilah poin krusialnya. Menurut sejumlah pengamat, bantuan tunai tanpa diiringi peningkatan kompetensi hanya bersifat sementara. Netty sepertinya sepakat.
Kunci Utamanya: Pelatihan yang Nyata
Maka, ia menekankan betul soal pelatihan kerja. Kualitasnya harus jadi perhatian serius. Dengan bekal keterampilan yang relevan, pekerja yang dirumahkan punya peluang lebih besar untuk bangkit dan bersaing lagi.
"Harus ada keterampilan baru atau peningkatan keterampilan agar mereka bisa menangkap peluang kerja setelah mengalami PHK," pungkasnya.
Jika dioptimalkan, program JKP bukan cuma mitigasi dampak sesaat. Ia bisa memperkokoh sistem perlindungan sosial kita secara menyeluruh. Menjadi harapan baru bagi ribuan pekerja yang hari-harinya tiba-tiba suram karena surat pemutusan hubungan kerja.
Artikel Terkait
Ekonom: Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal The Fed Tekan Rupiah
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Titik Hari Ini, Khusus Perpanjang SIM A dan C
Lima Lembaga Intelijen yang Membentuk Peta Kekuatan Global
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus