"Kami sudah mengidentifikasi PPSU-nya, lurahnya kami copot termasuk kasi-kasinya. Ini wajah Jakarta. Kepercayaan warga adalah yang utama," tegasnya lagi.
Masalahnya ternyata tak berhenti di Jakarta Timur. Saat ini, Pramono juga sedang menyelidiki temuan serupa di wilayah Jakarta Selatan. Bedanya, di sana modusnya menggunakan rekaman time lapse yang dimanipulasi. Sanksi yang sama, kata dia, akan diberlakukan tanpa pandang bulu.
Di tengah insiden yang meresahkan ini, ada secercah kabar baik. Pramono memastikan kepercayaan masyarakat terhadap JAKI belum goyah. Data dasbor aduan harian menunjukkan partisipasi warga melaporkan masalah kota masih stabil, trennya tidak turun.
Meski begitu, komitmennya untuk mengawasi ketat layanan pengaduan ini tak akan kendur. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya kejadian serupa di titik manapun di Ibu Kota.
"Pokoknya semua yang melakukan itu, mau di Jakarta Selatan, Kalisari, atau di mana saja, tidak ada kompromi,"
Pungkas Pramono dengan nada keras, menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Wamen Transmigrasi Resmikan Pembangunan Tanggul dan Rehab Sekolah di Gorontalo Utara
Melania Trump Bantah Keterkaitan dengan Epstein dan Desak Sidang Publik untuk Korban
Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzaki Teladan, Ajak Kolaborasi Perkuat Ekonomi Syariah
Timnas Tenis Putri Indonesia Tundukkan India 3-0, Kokoh di Posisi Kedua Piala Billie Jean King