“Di sini kita memberikan keyakinan bahwa Pemprov DKI serius untuk membangun Kota Tua. Kita sudah mempunyai tim revitalisasi Kota Tua dan Insya Allah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua,” tegas Rano.
Kawasan seluas 363 hektare itu akan dibagi dalam beberapa zona. Fokus pertama bakal menyasar zona inti seluas 80 hektare, yang mencakup spot ikonik seperti Museum Bahari dan Alun-alun Fatahillah. Kawasan ini memang jadi magnet utama wisatawan yang ingin menengok sejarah Jakarta.
Selain transportasi, penataan juga menyentuh hal-hal yang sering jadi masalah. Pemerintah berencana membangun area parkir yang layak dan menata ulang keberadaan pedagang kaki lima. Tujuannya agar suasana tertib dan rapi tercipta, tapi aktivitas ekonomi warga kecil tetap bisa hidup.
“Fasilitas itu penting agar suasana di Kota Tua tampak rapi dan tak mengganggu kehidupan masyarakat sekitar,” tambah Rano.
Dengan pembagian zona yang matang inti, pengembangan, dan penunjang Pemprov DKI yakin Kota Tua akan menjelma jadi simbol baru Jakarta. Sebuah kawasan yang modern dan fungsional, tapi tak melupakan sedikitpun jejak sejarah dan budayanya yang kaya.
Artikel Terkait
Melania Trump Bantah Keterkaitan dengan Epstein dan Desak Sidang Publik untuk Korban
Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzaki Teladan, Ajak Kolaborasi Perkuat Ekonomi Syariah
Timnas Tenis Putri Indonesia Tundukkan India 3-0, Kokoh di Posisi Kedua Piala Billie Jean King
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026