Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Haji 2026 untuk Berantas Penipuan dan Ilegal

- Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Haji 2026 untuk Berantas Penipuan dan Ilegal

Di sisi lain, upaya perlindungan ini tak hanya berhenti di perbatasan Indonesia. Polri akan memperluas koordinasi hingga ke Arab Saudi. Rencananya, personel akan ditempatkan di sana untuk memperkuat komunikasi dengan aparat keamanan setempat, khususnya di Jeddah dan Mekkah. Dengan begitu, perlindungan terhadap jemaah Indonesia diharapkan tetap berjalan meski mereka sudah berada di tanah suci.

Sementara itu, dari sisi pemerintah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa Satgas ini punya dua tugas utama sesuai arahan presiden. Pertama, tentu saja memberikan perlindungan penuh. Kedua, menjaga agar biaya haji tidak semakin membebani masyarakat.

“Negara hadir untuk melindungi jemaah, baik dari sisi keamanan maupun pembiayaan,” ujar Dahnil dengan tegas.

Pemerintah berjanji, kenaikan biaya haji secara global tidak akan serta-merta dibebankan sepenuhnya kepada jemaah.

Lalu, apa yang bisa dilakukan masyarakat? Polri mengingatkan agar tidak mudah tergiur penawaran haji murah dengan visa tidak resmi. Pastikan biro perjalanan yang digunakan memiliki izin resmi dari Kemenhaj. Dan yang paling penting, segera laporkan jika menemui indikasi penipuan.

“Modus akan terus berkembang. Karena itu kewaspadaan masyarakat menjadi kunci,” kata Komjen Dedi mengingatkan.

“Polri akan bertindak tegas demi melindungi masyarakat.”

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar