“Adalah sangat mengkhawatirkan apabila analisa yang tidak akurat dari Mantan Wapres Jusuf Kalla terkait harga BBM, hendak dipakai untuk menaikkan harga BBM bersubsidi,” katanya.
Dia menilai, sebagai tokoh bangsa, seharusnya JK lebih bijaksana. Wacananya dinilai kurang elok, bahkan cenderung menyesatkan karena ketidakakuratan data dan analisis.
“Ini sungguh kurang elok dan kurang bijaksana sebagai tokoh bangsa,” tambah Misbakhun dengan nada kesal.
Dia berharap di tengah situasi global yang makin sulit diprediksi terutama dengan memanasnya konflik antara Iran melawan AS dan Israel para tokoh justru membangun narasi yang menyejukkan. Bukan malah memanaskan suhu politik dengan prediksi-prediksi yang bisa memicu keresahan.
“Sudah sepantasnya Jusuf Kalla dengan pengalamannya merangkul seluruh elemen masyarakat, bergotong royong dengan pemerintah,” imbuhnya.
Pada akhirnya, Misbakhun berharap semua tokoh bangsa berada dalam satu barisan dengan pemerintah. Tujuannya untuk memperkuat persatuan nasional, menjaga kondisi politik tetap kondusif, dan membiarkan rakyat menjalani hidup dengan tenang tanpa diganggu isu-isu yang memanas.
“Rakyat harus bisa tetap menjalankan aktivitas dengan tenang, tanpa dipanasi-panasi isu kenaikan harga BBM atau bahan pokok yang justru bisa memicu gejolak,” pungkasnya.
(zap/dhn)
Artikel Terkait
Keluarga Laporkan Suami Gadungan yang Klaim Anak Pejabat DPRD Makassar
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Hizbullah Tolak Rencana Israel untuk Negosiasi Langsung dengan Lebanon
Megawati Terima Kunjungan Dubes Saudi, Bahas Hadiah Anggrek hingga Gelar Doktor Kehormatan