Namun begitu, pemerintah tak bisa hanya mengandalkan itu. Transformasi struktural di sektor-sektor fundamental mutlak diperlukan. Ambil contoh sektor pertanian, yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 40 juta orang. Febrio mencatat, pertumbuhan sektor ini cukup menggembirakan.
"Pertumbuhan sektor pertanian itu di atas lima persen dan lebih penting lagi pertumbuhan sektor tanaman pangan itu di atas sembilan persen," paparnya. "Jadi memang terjadi perubahan struktur dari perekonomian."
Perubahan itu didorong oleh eksekusi kebijakan yang terukur. Mulai dari penguatan belanja, ketersediaan pupuk sejak awal tahun, peningkatan volume panen beras yang mencapai 13-14 persen, hingga tingginya serapan produk karena program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di sisi lain, ada kabar baik dari sektor manufaktur. Sektor ini, yang biasanya tertahan di bawah lima persen, tercatat tumbuh hingga 5,4 persen. Fakta ini, bagi Febrio, menunjukkan betapa dinamisnya perekonomian nasional saat ini. Semua bergerak, meskipun angin kencang dari luar terus menerpa.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Keluarga Laporkan Suami Gadungan yang Klaim Anak Pejabat DPRD Makassar
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Hizbullah Tolak Rencana Israel untuk Negosiasi Langsung dengan Lebanon