Prediksi untuk Samsung Electronics terlihat sangat cerah. Menjelang rilis laporan keuangan kuartal akhir tahun, analis memproyeksikan lonjakan laba operasional yang fantastis sekitar 160 persen! Periode Oktober hingga Desember 2025 disebut-sebut akan menjadi kuartal terbaik bagi raksasa teknologi Korea Selatan itu dalam beberapa tahun terakhir.
Lonjakan ini, jika terwujud, tentu bukan tanpa sebab. Pasar sedang dilanda kelangkaan chip yang cukup parah, yang otomatis mendorong harga melambung tinggi. Nah, dalam situasi seperti ini, Samsung sebagai produsen chip memori terbesar di dunia tentu diuntungkan.
Menurut sejumlah saksi di industri, ada pergeseran fokus produksi ke chip khusus untuk kecerdasan buatan. Hal ini membuat pasokan chip memori konvensional seperti DRAM untuk server dan smartphone menjadi terbatas. Alhasil, harganya pun meroket.
Avril Wu, seorang analis di TrendForce, memberikan penjelasannya.
Artikel Terkait
Arab Saudi Resmi Tutup Visa Haji Furoda untuk Tahun 2026
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Fuel Surcharge hingga 38% Imbas Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions