Prediksi untuk Samsung Electronics terlihat sangat cerah. Menjelang rilis laporan keuangan kuartal akhir tahun, analis memproyeksikan lonjakan laba operasional yang fantastis sekitar 160 persen! Periode Oktober hingga Desember 2025 disebut-sebut akan menjadi kuartal terbaik bagi raksasa teknologi Korea Selatan itu dalam beberapa tahun terakhir.
Lonjakan ini, jika terwujud, tentu bukan tanpa sebab. Pasar sedang dilanda kelangkaan chip yang cukup parah, yang otomatis mendorong harga melambung tinggi. Nah, dalam situasi seperti ini, Samsung sebagai produsen chip memori terbesar di dunia tentu diuntungkan.
Menurut sejumlah saksi di industri, ada pergeseran fokus produksi ke chip khusus untuk kecerdasan buatan. Hal ini membuat pasokan chip memori konvensional seperti DRAM untuk server dan smartphone menjadi terbatas. Alhasil, harganya pun meroket.
Avril Wu, seorang analis di TrendForce, memberikan penjelasannya.
Artikel Terkait
Sekutu Trump Ancam Bunuh Khamenei di Tengah Gelombang Demo Iran
Suzuki Pastikan Suku Cadang Baleno Tetap Tersedia Meski Sudah Pensiun
Raja Ampat Pasang Tarif Masuk Baru: Rp 1 Juta untuk Turis Asing
Layanan Kesehatan di Wilayah Banjir Sumatera Mulai Bangkit, 87 RS Kembali Beroperasi