Dukungan dari Paris
Di sisi lain, dari Paris, suara lain bergema. Presiden Prancis Emmanuel Macron ternyata punya pandangan yang sejalan. Dia menyebut gencatan senjata sebagai pilihan terbaik yang ada saat ini. Dan memasukkan Lebanon ke dalamnya, bagi Macron, adalah jalan paling masuk akal menuju perdamaian yang sebenarnya.
Macron berharap gencatan akan "sepenuhnya dihormati" oleh semua pihak, "di semua area konfrontasi, termasuk di Lebanon".
“Ini adalah syarat yang diperlukan agar gencatan senjata dapat dipercaya dan langgeng,” katanya.
Tapi Macron juga melihat gambaran yang lebih luas. Baginya, setiap kesepakatan damai juga wajib membahas isu-isu pelik lain. Mulai dari kekhawatiran dunia terhadap program nuklir dan rudal Iran, kebijakan regional Teheran, hingga tindakan yang mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang vital itu.
“Beginilah cara perdamaian yang kuat dan langgeng dapat dibangun,” paparnya.
Posisi Macron sendiri cukup konsisten. Dia sejak lama menentang aksi militer langsung terhadap Iran. Bahkan, usulan untuk membentuk operasi militer gabungan demi membuka Selat Hormuz pernah dia sebut sebagai sesuatu yang "tidak realistis". Sekarang, dengan dukungannya untuk memasukkan Lebanon dalam gencatan, tekanan terhadap Israel untuk menghentikan eskalasi semakin bertambah.
Artikel Terkait
Bank Dunia Revisi Turun Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,7 Persen
SIM Keliling Bandung Layani Perpanjangan di Dua Titik Hari Ini
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.030 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Larantuka Dini Hari, Tidak Ada Laporan Kerusakan