"Kita berharap para pihak konsisten bisa menjaga kestabilan kondisi geopolitik yang dampaknya juga kepada hajat hidup masyarakat banyak (harga dan pasokan minyak)," tegasnya.
Di sisi lain, ada satu hal lain yang masih mengganjal. Yaitu wacana penerapan tarif baru bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menurut Aqib, rencana ini belum final dan butuh kajian mendalam.
"Terkait tarif Selat Hormuz apabila dibuka, hal tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut dan kita mempersiapkan segala hal untuk mengantisipasinya," ungkapnya. Pemerintah, kata dia, harus punya skenario cadangan untuk menghadapi kemungkinan itu.
Artikel Terkait
SIM Keliling Bandung Layani Perpanjangan di Dua Titik Hari Ini
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.030 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Larantuka Dini Hari, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Pabrik Melamin Rp10,2 Triliun, Terbesar di Indonesia, Dibangun di KEK Gresik