Di gedung BPSDM Kemendagri Kalibata, Jakarta Selatan, suasana tampak serius namun penuh semangat. Tanggal 7 hingga 10 April 2026 menjadi momen penting diadakan Bimbingan Teknis Penyusunan Strategi Komunikasi. Intinya sederhana: menyelaraskan suara antara pemerintah pusat dan daerah.
Arus informasi sekarang ini deras sekali, kadang bikin pusing. Kalau narasi dari pusat dan daerah beda-beda, ya akhirnya masyarakat yang bingung. Itulah mengapa sinkronisasi komunikasi jadi hal krusial. Konsistensi penyampaian kebijakan harus dijaga.
Dalam sambutan yang dibacakan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan, Sekjen Tomsi Tohir menekankan hal itu. Benni sendiri lalu melanjutkan dengan penjelasan yang lebih gamblang.
"Pemerintah pusat dan daerah tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bergerak bersama dalam satu narasi, satu arah, dan satu tujuan,"
Begitu penegasan Benni, Rabu (8/4) lalu. Menurutnya, di era kecepatan informasi seperti sekarang, komunikasi yang jitu adalah kunci. Bukan cuma soal cepat merespons, tapi juga tentang ketepatan pesan. Pesan itu harus terstruktur, dan yang paling penting, sesuai dengan kondisi sosial di lapangan.
Artikel Terkait
Pemkab Purwakarta Perketat Izin Hajatan Pasca Ayah Tewas Dikeroyok di Pesta Anaknya
JK Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim atas Tuduhan Hoaks dan Pencemaran Nama Baik
DLH Bogor Segel Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal di Desa Kembang Kuning
Permahi Desak Pembahasan RUU Perampasan Aset Tak Terburu-buru