Bareskrim Polri akhirnya menerima laporan resmi dari Jusuf Kalla. Mantan Wakil Presiden dua periode itu melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar dengan tuduhan penyebaran hoaks dan pencemaran nama baik. Laporan itu sudah tercatat dengan nomor LP/B/135/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri.
Usai melakukan pelaporan, JK tampil di hadapan awak media. Suaranya tegas, terdengar kesal.
"Saya melaporkan Rismon Sianipar atas perbuatannya yang saya anggap merugikan saya karena mengatakan saya mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan terkait ijazah Pak Jokowi,"
Ungkapnya, Rabu siang itu. Ia merasa tudingan yang beredar itu jauh dari etika, bahkan terasa seperti penghinaan. Bagaimana tidak? Selama lima tahun penuh, ia mendampingi Jokowi di pemerintahan.
"Sangat tidak etis bagi saya. Pak Jokowi itu Presiden yang saya wakili. Kita sama-sama di pemerintahan, bersama selama lima tahun. Masa saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau? Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan. Itu penghinaan dan merugikan martabat saya,"
Tekannya lagi. Laporannya tak hanya menjaring Rismon. Dua akun media sosial, yakni akun YouTube 'Studio Musik Rock Ciamis' dan akun Facebook '1922 Pusat Madiun', juga ikut dilaporkan. Sebagai barang bukti, tim kuasa hukum JK menyerahkan rekaman video yang memuat tudingan tersebut.
Namun begitu, dari kubu lain, bantahan sudah lebih dulu dilayangkan. Sebelum laporan Polri masuk, Rismon membantah keras pernah menyebut nama JK sebagai penyandang dana kasus ijazah. Pengacaranya, Jahmada Girsang, bersikukuh kliennya tak pernah mengucapkan hal itu.
"Itu olahan AI semua, Rismon tidak pernah sebut nama pak JK,"
Kata Jahmada, Minggu lalu. Menurutnya, potongan video yang viral itu cuma hasil rekayasa kecerdasan buatan belaka. Sementara laporan sudah masuk, dan proses hukum pun mulai bergulir.
Artikel Terkait
Mantan Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi Minyak Sawit
Menlu Sugiono di DK PBB: Penerapan Hukum Internasional yang Selektif Jadi Akar Krisis Global
Sembilan Kios Hangus Terbakar di Pasar Ciroyom Bandung, Tak Ada Korban Jiwa
Ratusan Pegawai Indomaret Demo Tolak Penggantian Upah Lembur Hari Libur Nasional dengan Cuti Tambahan