Suasana di gedung DPR Senayan, Rabu (8/4/2026), cukup tegang. Dalam rapat kerja dengan Kemenhaj, Wakil Ketua Komisi VIII Abdul Wachid tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Masalahnya sederhana, tapi dampaknya besar: banyak calon jemaah haji yang belum menerima koper mereka. Padahal, kloter pertama akan berangkat tak lama lagi, tepatnya 21 April mendatang.
"Akhir-akhir ini, Pak Menteri, masyarakat atau jemaah ini sudah gelisah berangkat dan tidak, ya," ujar Wachid, suaranya terdengar khawatir.
Ia melanjutkan, "Habis begitu, kopernya sampai sekarang belum sampai. Jadi menambah kegelisahan jemaah."
Menurutnya, situasi ini mesti segera dituntaskan. Ia mendesak maskapai terkait untuk segera mendistribusikan seluruh koper. Kalau perlu, vendor atau maskapai yang dianggap lamban harus dipanggil langsung untuk dimintai pertanggungjawaban.
Wachid bahkan punya data lapangan. "Saya cek Jawa Tengah itu baru dikirim dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan. Yang ke timur sama selatan belum," paparnya. "Ya, ini kami mohon vendornya siapa. Kalau perlu vendornya kita panggil. Ya, karena ini menimbulkan kegelisahan."
Di sisi lain, respons dari pemerintah datang dari Menteri Haji, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan. Ia mengakui memang ada masalah, meski mencoba memberikan gambaran yang lebih luas.
Artikel Terkait
Anak di Lahat Tega Bunuh dan Mutilasi Ibu Kandung Gara-gara Tak Diberi Uang Judi
Dubes UEA Ungkap 85% Serangan Iran Arahkan ke Negara Teluk dan Yordania
Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang
China Perluas Layanan Kereta Cepat untuk Anjing dan Kucing ke 121 Stasiun