Ketika dikonfirmasi, Bripka Mahir membenarkan pendekatannya yang humanis. "Tidak ditindak dengan tilang, tapi diedukasi untuk bisa tertib," katanya singkat. Ia punya cara unik untuk menjaga integritas: memvideokan setiap interaksi, terutama jika ada upaya menyuap atau menyelesaikan pelanggaran di luar prosedur.
Uang yang pernah ditawarkan padanya beragam, dari puluhan hingga ratusan ribu. Tapi ia selalu menolak. Alih-alih menerima, ia justru mengedukasi si pemberi bahwa perbuatan itu salah. "Masyarakat harus sportif saja mengakui kesalahannya," ujarnya.
Lalu, bagaimana solusinya bagi pelanggar? Misalnya, untuk pengendara tanpa helm. Ia punya beberapa opsi: menyuruh telepon keluarga untuk mengantar helm, menyewa Grab dengan uangnya sendiri, atau meminjamkan helm dinas sambil menunggu helm si pengendara diambil.
Sudah 13 tahun ia berdinas di satuan lalu lintas. Tapi baru pada 2024 ia gencar memanfaatkan media sosial. Latar belakangnya sederhana: keresahan melihat banyaknya pelanggaran, terutama melawan arus. "Alhamdulillah, semenjak saya viral, banyak masyarakat menyampaikan apresiasi. Dan semakin banyak yang takut melanggar karena takut ketemu saya, takut diviralkan," ceritanya sambil tertawa.
Impiannya jelas: mengubah citra polantas. "Polantas yang baik itu yang dicintai masyarakat, yang diharapkan kehadirannya. Tidak harus ditakuti," katanya. Ia yakin, citra baik polisi dimulai dari bagaimana mereka diperlakukan saat masih memiliki jabatan.
Asal Muasal Sebuah Tagline
Lantas, dari mana tagline "Kembali ke Jalan yang Benar" muncul? Bripka Mahir bercerita, itu datang dari permintaan masyarakat yang ingin ia punya ciri khas. Sekitar seminggu setelah videonya viral, di bulan puasa, inspirasi itu datang.
Syukurlah, tagline itu diterima dengan baik. Ia pun berpegang pada prinsip bahwa jabatan dan pangkat adalah sementara. Yang akan dikenang orang justru bagaimana kita memperlakukan mereka saat kita masih punya wewenang. Prinsip itulah yang tampaknya ia pegang teguh di setiap tugasnya.
Artikel Terkait
Ketua GRANAT Dukung Penuh Usulan BNN Larang Vape untuk Cegah Peredaran Narkoba Cair
Indonesia Desak PBB dan Lebanon Usut Tuntas Insiden Tewasnya Tiga Prajurit TNI di UNIFIL
Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi di Apartemen Mewah Jakarta Timur, 2 Tersangka Diamankan
Bareskrim Ungkap 755 Kasus Penyelewengan BBM dan Elpiji Bersubsidi, Negara Rugi Rp1,26 Triliun