Gedung Putih langsung bereaksi. Sekretaris Pers Karoline Leavitt membantah keras bahwa pernyataan Vance mengacu pada senjata nuklir. Leavitt menegaskan, "hanya Presiden yang tahu bagaimana situasinya dan apa yang akan dia lakukan."
Sebelumnya, Trump memang sudah berjanji akan melakukan 'penghancuran total' terhadap infrastruktur penting Iran. Sasaran utamanya adalah jembatan dan pembangkit listrik. Semua itu digantungkan pada kesepakatan membuka Selat Hormuz.
Namun begitu, beberapa jam sebelum tenggat waktu berakhir, laporan lain muncul dari kawasan. Israel mengklaim telah menyelesaikan serangan besar-besaran yang menargetkan situs infrastruktur di seluruh Iran. Serangan ini seperti menjadi pembuka yang mencemaskan.
Trump kemudian kembali menulis di Truth Social. Ancaman terakhirnya terdengar lebih suram dan fatalistik. Ia mengingatkan Iran bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi."
Kata-katanya menggantung, meninggalkan dunia menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Artikel Terkait
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Selat Hormuz Dibuka
Polisi Tangkap Pria di Bengkalis Diduga Bakar Lahan Setengah Hektar
SIM Keliling Bandung Buka di ITC Kebun Kelapa dan Tenth Avenue Hari Ini
Iran Klaim Kemenangan dan Pencabutan Sanksi AS, Negosiasi Lanjut di Islamabad