Namun begitu, sinagoge bukan satu-satunya korban. Sehari sebelumnya, serupa terjadi di Universitas Teknologi Sharif. Kampus ternama itu dilaporkan mengalami kerusakan parah di beberapa gedung departemennya.
Rektor universitas, Masoud Tehranchi, mengonfirmasi insiden tersebut. "Beberapa fasilitas rusak berat," katanya. Syukurlah, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan ke kampus itu.
Ia lalu menegaskan poin penting: targetnya adalah fasilitas sipil. Tehranchi melihat serangan ini sebagai upaya yang disengaja untuk melumpuhkan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan Iran. Universitas Sharif, yang berdiri sejak 1966, adalah simbol dari capaian itu.
Jadi, narasinya jelas. Serangan dini hari itu meninggalkan dua luka sekaligus: satu di tubuh sejarah dan keagamaan, satunya lagi di jantung pendidikan dan masa depan.
Artikel Terkait
Iran Ancam Lumpuhkan Infrastruktur Energi AS dan Sekutu, Ketegangan Memuncak
Mentan: B50 Tak Turunkan Ekspor CPO, Malah Naik 6 Juta Ton dan Hemat Devisa Impor
Tradisi Adat Warnai Perayaan Paskah di Kampung Lewolaga, Flores Timur
Trump Ancam Akhiri Peradaban, Iran Klaim Siap Hadapi Segala Kemungkinan