Tradisi Adat Warnai Perayaan Paskah di Kampung Lewolaga, Flores Timur

- Rabu, 08 April 2026 | 05:45 WIB
Tradisi Adat Warnai Perayaan Paskah di Kampung Lewolaga, Flores Timur

Di Flores Timur, tepatnya di Kampung Lewolaga, Paskah bukan sekadar perayaan biasa. Ada sebuah tradisi yang telah berakar jauh, dijalankan turun-temurun, dan masih hidup hingga kini. Tradisi ini menyatu dengan rangkaian Tri Hari Suci, menciptakan sebuah mozaik yang indah antara iman dan budaya.

Menurut sejumlah saksi, prosesi ini sangat kental dengan nuansa lokal. Warga tak hanya berkumpul untuk berdoa, tetapi juga menghidupkan berbagai ritual adat yang telah diwariskan nenek moyang mereka. Hasilnya? Sebuah perayaan Paskah yang khas, yang mungkin tak akan Anda temui di tempat lain.

Di sisi lain, gereja pun memberikan ruang. Nilai-nilai spiritualitas dari ajaran Katolik berjalan beriringan dengan kearifan lokal, saling mengisi tanpa saling menegasikan. Hal ini justru memperkaya makna perayaan itu sendiri.

Yang menarik, tradisi ini punya daya ikat yang kuat bagi masyarakat Lewolaga. Ia menjadi semacam perekat sosial. Saat prosesi berlangsung, terasa sekali semangat kebersamaan itu. Semua orang terlibat, dari tua hingga muda. Mereka bukan cuma menjaga sebuah ritual, tetapi juga merawat identitas mereka sebagai sebuah komunitas.

Singkatnya, apa yang terjadi di Lewolaga adalah contoh nyata bagaimana spiritualitas dan budaya bisa bersatu padu. Tradisi ini tetap lestari, mengajarkan tentang penghormatan pada leluhur dan keimanan, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di antara warga. Sebuah warisan yang patut dijaga.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar