Sebelum memasuki dunia kerja, Disnakertrans tak main-main. Mereka sudah menggelar simulasi pembinaan. Tujuannya sederhana tapi penting: menggali potensi, minat, dan keterampilan para penyandang disabilitas. Harapannya, penempatan kerja nanti jadi lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, dinas juga membuka ruang lebar-lebar untuk masukan publik. Melalui forum konsultasi, berbagai kalangan diajak berdiskusi untuk memperkuat sistem penyaluran tenaga kerja ini. Agar tidak sekadar jalan, tapi juga berkelanjutan dan tepat guna.
Pada akhirnya, semangatnya adalah kolaborasi. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan dunia kerja yang inklusif. Dengan lingkungan yang mendukung, penyandang disabilitas punya kesempatan yang sama untuk berkarya dan hidup mandiri. Itu impian yang sedang diperjuangkan, langkah demi langkah.
Ditulis oleh: Ripka Ginting
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Menko Hukum: Polemik Kasasi Vonis Bebas Delpedro Bergantung Putusan MA
Ledakan dan Kebakaran Kapal Nelayan di Belawan Tewaskan 3 ABK, 5 Masih Hilang
Kuasa Hukum JK: Video Rismon Asli, Laporan Polisi Diajukan karena Tak Ada Klarifikasi
Warga Iran Bentuk Perisai Manusia Lindungi Pembangkit Listrik dari Ancaman Trump