“Dukungan pemerintah lewat penghapusan sementara PPN 11 persen dan bea masuk sparepart jadi 0 persen ini sangat membantu,” tambahnya.
Denon berharap implementasinya di lapangan bisa cepat. Dengan begitu, operasional maskapai tetap terjaga, keselamatan dan kenyamanan penerbangan terpelihara, dan konektivitas udara nasional tetap lancar.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut semua insentif ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat. Jadi, yang kita jaga adalah harga tiketnya,” tegas Airlangga.
Hasilnya? Sementara beberapa maskapai di belahan dunia lain terpaksa menaikkan tarif secara signifikan, pemerintah klaim berhasil menahan laju kenaikan harga tiket domestik di kisaran 9 hingga 13 persen saja.
Sebagai catatan, harga avtur dalam negeri saat ini berada di angka Rp23.551 per liter. Kalau dibandingkan dengan negara tetangga, posisi kita masih lebih baik. Di Thailand harganya mencapai Rp29.518 per liter, sedangkan Filipina Rp25.326 per liter.
Jadi, meski badai kenaikan harga minyak global terus berlangsung, setidaknya ada upaya untuk melindungi konsumen dan menjaga industri tetap bernapas.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
PPATK Dorong Penanganan Penyalahgunaan BBM Subsidi Masuk Ranah Pencucian Uang
BTN: Belum Ada Perkembangan Signifikan Soal Naturalisasi Luke Vickery
Bareskrim Bongkar Jaringan Penyalahgunaan Subsidi, Negara Rugi Rp1,26 Triliun
Kru Artemis II Mulai Perjalanan Pulang Usai Pecahkan Rekor Jarak dari Bumi