Menurutnya, fokus pemeriksaan terhadap Faizal Assegaf adalah untuk menguak maksud dan latar belakang pemberian barang atau fasilitas yang diduga berasal dari Rizal (RZ). RZ sendiri bukan nama baru. Ia tersangka yang menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC untuk periode 2024 hingga Januari 2026.
Penyidik tentu saja tak hanya berhenti di situ. Mereka juga mendalami hal-hal lain, meski Budi enggan merincinya lebih jauh saat itu. "Salah satunya yang didalami oleh penyidik terkait dengan itu ya, penerimaan fasilitas atau barang oleh saudara FA yang diduga diperoleh dari saudara RZ," terangnya lagi, menegaskan poin sebelumnya.
Kasus ini seperti bola salju. Sebelumnya, KPK sudah lebih dulu memeriksa sejumlah pengusaha rokok. Dua nama yang sudah masuk dalam daftar panggil adalah Liem Eng Hwie dan Martinus Suparman. Investigasi tampaknya terus melebar, menyentuh berbagai pihak yang diduga terlibat.
Artikel Terkait
Bareskrim Bongkar Jaringan Penyalahgunaan Subsidi, Negara Rugi Rp1,26 Triliun
Kru Artemis II Mulai Perjalanan Pulang Usai Pecahkan Rekor Jarak dari Bumi
Kepala SKK Migas Apresiasi Bareskrim Bongkar Jaringan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Desakan Pengadilan Umum untuk Kasus Penyekatan Andrie Yunus Kian Menguat