Di sisi lain, menurut Press TV, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan gelombang serangan ke-98. Operasi yang mereka beri nama "Janji Sejati 4" itu terjadi pada Senin (6/4), menargetkan sejumlah pesawat militer di pangkalan udara Kuwait dengan rudal dan drone.
Semua ini berawal dari sebuah aksi sebelumnya. Operasi pembalasan Iran dimulai tak lama setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar ke target-target di Iran pada akhir Februari lalu.
Teheran dengan percaya diri mengklaim bahwa serangan balasan mereka telah memberikan pukulan berat. Tidak hanya terhadap pangkalan dan kepentingan AS di seluruh Timur Tengah, tetapi juga target-target sensitif di seluruh wilayah Israel.
Dan nampaknya, ini belum berakhir. Angkatan Bersenjata Iran bersumpah akan terus melanjutkan serangan pembalasannya. Tujuannya jelas: hingga musuh-musuh mereka, kata Teheran, mengalami apa yang disebut sebagai "kekalahan total".
Artikel Terkait
KPK Kerja Maraton Usut Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kemenbud dan BPS Perkuat Basis Data Kebudayaan untuk Sensus Ekonomi 2026
Ekonom UMY Dukung Wacana Potong Gaji Menteri, Tapi Ingatkan Tak Cukup Atasi Defisit
Trian Hadapi Dilema Keluarga dan Bongkar Tuduhan ke Herlina di Ruang Tahanan