Pemerintah Klaim Pelemahan Rupiah ke Rp17.100 Masuk dalam Skenario Simulasi

- Selasa, 07 April 2026 | 18:40 WIB
Pemerintah Klaim Pelemahan Rupiah ke Rp17.100 Masuk dalam Skenario Simulasi

Jakarta, Selasa siang itu, cuaca di kompleks Istana terik. Tapi panasnya mungkin tak sebanding dengan sorotan wartawan yang menunggu komentar resmi soal rupiah, yang baru saja menembus level psikologis Rp17.000. Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian, akhirnya memberikan tanggapannya. Menurutnya, tekanan yang dirasakan rupiah bukanlah hal yang unik.

"Itu bukan hanya rupiah, berbagai currency lain kan demikian," ujar Airlangga, merujuk pada pelemahan yang juga dialami banyak mata uang negara lain.

Memang, tekanan terhadap rupiah sudah terasa sejak sesi perdagangan siang. Geraknya cukup tajam, sempat melemah 75 poin sebelum akhirnya ditutup di kisaran Rp17.105 per dolar AS. Suasana pasar jelas tegang.

Namun begitu, tampaknya pemerintah sudah mengantisipasi kemungkinan ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tenang menegaskan bahwa pelemahan hingga level Rp17.100 ini sudah masuk dalam hitungan simulasi mereka. Artinya, goncangan ini tak serta-merta bakal mengacaukan postur anggaran negara.

Purbaya menjelaskan, dalam penyusunan anggaran, timnya tidak kaku pada satu angka asumsi saja. Mereka sudah menaikkan parameter simulasi ke level tertentu untuk berjaga-jaga menghadapi gejolak yang tak terduga.

"Nggak, saya tekankan dulu ya," jelas Purbaya saat berbincang dengan media di kantin Kemenkeu. "Angka simulasi itu Rupiah-nya bukan Rupiah di APBN yang sebelumnya, sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih termasuk dalam itungan skenario."

Meski begitu, dia ogah membeberkan angka pasti asumsi rupiah dalam simulasi terbaru itu. Alasannya klasik: menghindari spekulasi berlebihan di pasar yang justru bisa memperkeruh situasi.

"Tapi saya nggak bilang Rupiah-nya berapa.. Kalau bilang, 'oh kata Menteri Keuangan Rupiah ke sana', kamu udah beli Dolar?" candanya sekaligus serius. "Jadi kalau Rupiah kita serahkan ke Bank Sentral, ke ahlinya lah. Saya percaya dia bisa betulin."

Pernyataan itu menarik. Sampai berita ini diturunkan, Bank Indonesia sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi sejak rupiah menerobos ambang psikologis tersebut. Keheningan dari otoritas moneter ini turut menyumbang kecemasan di pasar.

Di sisi lain, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi melihat tren pelemahan ini masih punya peluang untuk berlanjut. Pantauannya menunjukkan rupiah bahkan sudah melampaui Rp17.106.

"Rupiah saat ini sudah tembus 17.106, ada kemungkinan besok 17.120 akan tembus," ungkap Ibrahim. Prediksinya suram, menandakan ujian bagi rupiah mungkin masih akan berlanjut di perdagangan hari berikutnya.

Jadi, sementara pemerintah berusaha tenang dengan skenario cadangannya, pasar dan pengamat masih menahan napas. Mereka menunggu langkah nyata, bukan sekadar simulasi, untuk membalikkan tren.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar