Namun begitu, ada beberapa poin penting yang diluruskan. Pertama, soal jumlah. Realisasi pengadaan yang sebenarnya jauh lebih kecil dari angka yang beredar. “Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu yang dipesan,” jelas Dadan. Proses pengadaannya sendiri sudah berjalan bertahap sejak Desember tahun lalu.
Kedua, motor-motor itu sama sekali belum dibagikan. Saat ini, semua unit masih menunggu penyelesaian administrasi. “Motor tersebut belum dibagikan. Semuanya harus lengkap administrasinya dan dicatat dulu sebagai Barang Milik Negara (BMN),” paparnya. Proses pencatatan BMN ini merupakan prosedur standar yang wajib dilalui sebelum aset negara didistribusikan.
Di akhir klarifikasinya, Dadan menyelipkan imbauan. Ia berharap masyarakat tak gampang percaya pada informasi yang belum terverifikasi, apalagi yang bersumber dari media sosial. “Kami berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terkonfirmasi,” tuturnya.
Ia menegaskan, pengadaan kendaraan operasional ini semata-mata untuk memastikan program prioritas pemerintah, yaitu MBG, bisa berjalan dengan lancar hingga ke pelosok daerah.
Penulis: Nisa Alfiani
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
WFH Aparatur Pemerintah: Disiplin dan Digitalisasi Kunci Jaga Kualitas Pelayanan Publik
Imigrasi Amankan Tiga Warga Australia Masuk Ilegal ke Merauke via Pesawat Pribadi
Komnas HAM Masih Tunggu Konfirmasi Kehadiran Empat Prajurit TNI Tersangka Penyiraman KontraS
Gubernur DKI Peringatkan Keras PPSU di Town Hall Usai Kasus Manipulasi Aduan JAKI