Persis Solo Gempur Bursa Transfer, Lima Pemain Baru Dapatkan Tugas Darurat

- Rabu, 21 Januari 2026 | 13:00 WIB
Persis Solo Gempur Bursa Transfer, Lima Pemain Baru Dapatkan Tugas Darurat
Perombakan Besar di Persis Solo

SOLO Zona merah. Itulah kenyataan pahit yang sedang dihadapi Persis Solo di Super League 2025/2026. Tapi Laskar Sambernyawa tak mau berlama-lama di sana. Buktinya, manajemen bergerak cepat dan melakukan gebrakan di bursa transfer paruh musim. Tujuannya jelas: bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, apapun caranya.

Dalam hitungan hari, mereka sudah mendatangkan lima pemain baru. Tiga di antaranya langsung diimpor dari Serbia: Miroslav Maricic, Dusan Mijic, dan kiper Vukasin Vranes. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya mereka.

Maricic, si gelandang serba bisa, diprediksi bakal jadi senjata rahasia pelatih Milomir Seslija. Konon, pemain ini bisa diplot di sepuluh posisi berbeda! Tak heran jika klub begitu antusias menyambutnya.

Lewat Instagram, Persis menulis, “Mesin baru di jantung permainan dari Serbia telah tiba di Surakarta. Sugeng rawuh, Miroslav Maricic!”

Sementara itu, Vranes sang kiper baru punya misi sendiri. “Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk menjadi bagian dari klub ini,” ujarnya. “Saya tahu Solo adalah salah satu klub terbesar di Indonesia, dengan penggemar yang hebat.”

Tak cuma mengandalkan pemain asing, Persis juga mengais talenta lokal. Yabes Roni, winger yang hampir sepuluh tahun membela Bali United, resmi diboyong. Mereka juga merekrut bek kanan muda, Alfriyanto Nico, dari Persija Jakarta. Keduanya diharapkan bisa memberi suntikan tenaga dan variasi di lini belakang maupun serang.

Namun begitu, perburuan mereka tampaknya belum berakhir. Kabarnya, Persis masih mengincar Kadek Raditya. Bek eks Timnas Indonesia itu musim ini jarang main di Persebaya Surabaya, jadi peluang untuk membawanya ke Solo terbuka lebar.

Akun pemantau transfer @liga1teransfer bahkan sudah mengonfirmasi kabar ini. “Kadek Raditya mantan bek Persebaya Surabaya akan bergabung dengan Persis Solo,” tulis mereka.

Di sisi lain, kedatangan pemain baru tentu berimbas pada skuad lama. Beberapa nama harus angkat koper. Sidik Saimima, Arapenta Poerba, dan Gio Numberi sudah resmi dilepas. Gio, lewat Instagram, menyampaikan pesan perpisahan yang cukup emosional.

“Terima kasih untuk segala kenangan pahit dan manis yang sdh di lalui bersama-sama dalam menjalani segala lika-liku di waktu yg singkat ini,” tulisnya.

Begitu pula dengan Gianluca Pandeynuwu. Posisinya di bawah mistar sekarang terancam dengan hadirnya Vranes dari Serbia. Persaingan akan semakin ketat.

Sementara Persis sibuk memperkuat diri, Persebaya justru melakukan evaluasi. Pelepasan Kadek Raditya adalah bagian dari skema baru pelatih Bernardo Tavares. Mereka sedang menata ulang tim.

Bagi suporter Bajul Ijo, Kadek telah memberikan kontribusi yang tak sedikit: 58 penampilan, lebih dari 4.400 menit di lapangan, dan satu gol. Tak heran, unggahan perpisahannya di media sosial dibanjiri komentar dukungan dan sedikit rasa kecewa.

Akhirnya, perombakan di dua klub besar ini benar-benar menggambarkan dinamika sepak bola Indonesia. Persis bergerak agresif demi bertahan hidup. Persebaya merombak untuk visi jangka panjang. Bagi kita para penonton, inilah saatnya menyaksikan bagaimana strategi ini berjalan. Apakah pemain baru bisa beradaptasi? Bisakah klub keluar dari tekanan? Jawabannya ada di lapangan hijau, sisa musim ini.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar