Email Internal Pentagon Bocor: AS Pertimbangkan Sanksi bagi Sekutu NATO yang Tolak Dukung Operasi Militer Lawan Iran

- Sabtu, 25 April 2026 | 05:45 WIB
Email Internal Pentagon Bocor: AS Pertimbangkan Sanksi bagi Sekutu NATO yang Tolak Dukung Operasi Militer Lawan Iran

Washington DC Ada yang menarik dari dalam tembok Pentagon. Sebuah email internal bocor, isinya nggak main-main: daftar opsi buat Amerika Serikat kalau mau “menghajar” sekutu NATO yang dianggap kurang loyal. Salah satu opsinya? Menangguhkan keanggotaan Spanyol dari aliansi. Kasar, tapi nyata. Isi email itu, menurut seorang pejabat AS yang bicara ke Reuters pada Jumat (24/4/2026), juga menyebut soal kemungkinan AS mengubah sikapnya terhadap klaim Inggris atas Kepulauan Falkland. Bayangin, urusan pulau di Atlantik Selatan bisa jadi alat tawar-menawar politik. Kekecewaan Washington sebenarnya sudah lama mengendap. Beberapa negara NATO, menurut catatan itu, ogah ngasih akses, pangkalan, atau hak lintas udara yang biasa disebut ABO buat operasi militer AS melawan Iran. Padahal, buat Pentagon, ABO itu standar dasar, harga mati. Bukan sesuatu yang bisa ditawar. “ABO itu standar dasar absolut untuk NATO,” kata pejabat itu, mengutip isi email. Katanya lagi, opsi-opsi ini udah beredar di kalangan petinggi Pentagon. Jadi bukan sekadar wacana iseng. Salah satu opsi yang paling keras: menangguhkan negara-negara yang dianggap “sulit” dari posisi penting di NATO. Spanyol jadi sasaran utama. Kenapa? Karena Madrid dengan tegas bilang nggak bakal ngizinin pangkalan atau wilayah udaranya dipakai buat nyerang Iran. Padahal, AS punya dua pangkalan militer gede di sana Rota dan Moron. Presiden Donald Trump sendiri nggak segan-segan ngomel. Inggris dan Prancis, misalnya, kena kritik karena nggak ngirim angkatan laut buat bantu buka Selat Hormuz. Trump bahkan sempat mempertimbangkan narik AS keluar dari NATO. Bukan gertak sambel, ini serius. Menurut pejabat yang sama, opsi-opsi dalam email itu sebenarnya punya satu tujuan: ngirim sinyal keras ke sekutu. Biar mereka sadar, jangan terlalu merasa punya hak istimewa. “Mengurangi rasa hak istimewa di pihak Eropa,” katanya. Singkat, padat, dan agak pedas. Jadi, apakah ini cuma ancaman atau benar-benar bakal dijalankan? Belum ada yang tahu pasti. Yang jelas, hubungan transatlantik lagi di ujung tanduk. Dan Spanyol, mungkin, jadi yang pertama kena getahnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar