Presiden AS Donald Trump bahkan sempat mengancam akan menyerang infrastruktur Iran mulai hari ini, jika Iran tak membuka penuh jalur pelayaran di Selat Hormuz. Iran? Tentu saja menolak. Mereka bilang baru akan buka selat itu kalau dapat kompensasi atas kerusakan perang.
Meski begitu, Trump di kesempatan terpisah bilang masih ada peluang kesepakatan. Nah, pasar saham pun jadi serba salah terjebak di antara harapan akan perdamaian dan kekhawatiran eskalasi yang bakal mendongkrak harga minyak lebih tinggi lagi.
“Investor global berada pada posisi yang tidak menentu di antara mengharapkan adanya kesepakatan yang mengakhiri perang dan eskalasi signifikan yang membuat harga minyak mentah terus menguat,”
begitu tulis analisis Phintraco.
Masalahnya nggak cuma dari luar negeri. Tekanan juga datang dari dalam negeri, tepatnya dari pengumuman BEI soal daftar saham kepemilikan terkonsentrasi tinggi per Maret 2026. Beberapa saham besar masuk daftar ini, dan respon pasar terhadapnya cukup negatif, ikut membebani pergerakan indeks.
Kekhawatiran lain, saham-saham itu berpotensi dikeluarkan dari indeks MSCI dalam rebalancing Mei 2026. Tapi, dalam jangka panjang, kondisi ini justru bisa jadi hal positif. Setidaknya transparansi meningkat dan investor bisa lebih paham karakter saham yang mereka pegang.
Di tengah semua ini, Rupiah juga ikut melemah 0,32% ke level Rp 17.035 per dolar AS. Dari sisi sektor, infrastruktur jadi yang terpuruk dengan koreksi 0,92%. Sementara sektor cyclicals malah meroket 2,26%.
“Secara teknikal, diperkirakan IHSG masih akan menguji level 6.900,” kata Phintraco.
Mereka merekomendasikan sejumlah saham untuk diperhatikan, antara lain RAJA, RATU, DOOH, PSAB, dan HRTA. Jadi, meski situasinya berawan, tetap ada beberapa titik terang yang bisa dicermati.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Didorong Sektor Migas, Harga Minyak Tembus USD110 per Barel
Inayah Wahid, Putri Gus Dur, Telah Menikah dengan Pengasuh Pesantren Sumenep
Inchcape Siap Hadirkan Merek Mobil Baru di Indonesia
Polisi Tangkap Pelaku Penjualan Motor Bodong dengan Modus Palsukan Dokumen di Mampang