China Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai Selama 40 Hari, Luasnya Melebihi Taiwan

- Selasa, 07 April 2026 | 10:40 WIB
China Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai Selama 40 Hari, Luasnya Melebihi Taiwan

China Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai, Misteri Selama 40 Hari

Beijing tiba-tiba mengeluarkan pengumuman yang mengejutkan: wilayah udara lepas pantai mereka akan ditutup. Dan bukan cuma sehari dua hari, melainkan untuk periode yang sangat panjang, hampir satu setengah bulan. Pemerintah sendiri tidak memberikan penjelasan resmi. Latihan militer? Atau ada alasan lain di baliknya? Pertanyaan itu menggantung, memicu tanda tanya besar.

Media seperti The Wall Street Journal (WSJ) termasuk yang melaporkan kabar ini. Menurut pemberitahuan yang beredar, larangan terbang itu berlaku mulai 27 Maret mendatang dan baru akan dicabut pada 6 Mei. Jadi, totalnya tepat 40 hari.

Lalu, seberapa luas area yang dikunci? Otoritas penerbangan federal AS menyebutkan, zona yang ditutup itu luasnya melebihi wilayah Taiwan. Cakupannya membentang jauh, dari Laut Kuning di dekat Korea Selatan, terus ke selatan menyusuri Laut China Timur yang berhadapan dengan Jepang. Wilayah udara di utara dan selatan Shanghai pun masuk dalam daftar.

Sebenarnya, ini bukan hal yang benar-benar baru. China memang punya riwayat menutup area udara yang sama. Bedanya, biasanya hanya berlangsung singkat beberapa hari saja dan sering dikaitkan dengan latihan tempur. Pemberitahuan untuk maskapai pun jelas: ada latihan perang. Namun kali ini, durasi 40 hari itu yang bikin orang mengernyit. Lama sekali.

Dan itulah sumber spekulasi ini. Beijing sama sekali belum mengumumkan rencana latihan apa pun di kawasan tersebut. Keheningan mereka justru memicu berbagai tebakan, terutama yang berkaitan dengan Taiwan. Apakah ini bagian dari persiapan sesuatu yang lebih besar?

Kita ingat, pada akhir 2025 lalu, China menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan. Meski zona penutupan saat ini letaknya ratusan kilometer dari pulau tersebut, langkah ini tetap mengundang kecurigaan. Di sisi lain, pihak berwenang menyatakan penutupan ini tidak akan mengganggu penerbangan sipil secara langsung.

“Koordinasi tetap diperlukan bagi pesawat yang ingin melintas,” begitu kira-kira penjelasannya. Meski begitu, detail teknis seperti batas ketinggian ruang udara yang ditutup tidak disebutkan secara gamblang.

Jadi, semua kembali ke pertanyaan awal: apa yang sebenarnya terjadi di balik layar? Tanpa penjelasan resmi, yang tersisa hanya ruang udara sunyi dan segudang tanya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar