Presiden Prabowo Serahkan Enam Pesawat Rafale hingga Radar ke TNI demi Perkuat Daya Tangkal Nasional

- Senin, 18 Mei 2026 | 10:50 WIB
Presiden Prabowo Serahkan Enam Pesawat Rafale hingga Radar ke TNI demi Perkuat Daya Tangkal Nasional

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk pesawat tempur dan misil, kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam sebuah upacara yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menegaskan bahwa penyerahan ini merupakan tonggak penting dalam upaya memperkuat daya tangkal nasional.

“Jadi ya, kita menerima secara resmi dengan adat kita, penambahan alutsista untuk angkatan udara kita. Kita menerima enam pesawat tempur Rafale, dan pesawat angkut Falcon, pesawat angkut VIP, dan A400. Ada radar juga,” ujar Prabowo di hadapan para perwira tinggi dan prajurit TNI.

Menurut Presiden, penguatan alutsista ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis untuk memastikan Indonesia mampu melindungi kedaulatan wilayahnya dari berbagai potensi ancaman. Ia menekankan bahwa peningkatan kekuatan militer berfungsi sebagai alat penangkal, atau yang dalam istilah militer dikenal sebagai deterrent.

“Jadi, Saudara-saudara, ini hanya saya kira salah satu tonggak penambahan kekuatan. Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” tegasnya.

Di sisi lain, Prabowo menilai bahwa pertahanan yang kuat merupakan syarat utama bagi terciptanya stabilitas nasional. Tanpa kemampuan pertahanan yang memadai, kata dia, mustahil bagi sebuah negara untuk mencapai ketahanan di berbagai sektor. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus membangun dan memperkuat kapasitas pertahanan di masa mendatang secara berkelanjutan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar