Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar, Toyota Berupaya Tahan Kenaikan Harga Mobil

- Senin, 18 Mei 2026 | 11:01 WIB
Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar, Toyota Berupaya Tahan Kenaikan Harga Mobil

Nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga menembus level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat pada Jumat (15/5/2026) mendorong kekhawatiran di industri otomotif nasional, khususnya terkait potensi kenaikan harga mobil baru.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, menyampaikan harapannya agar nilai tukar rupiah segera kembali menguat. Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah kesempatan di Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (16/5/2026). Menurutnya, meskipun tekanan nilai tukar cukup signifikan, pihaknya bersama tim terus memantau perkembangan dan berupaya menahan laju kenaikan harga kendaraan.

“Kita terus akan monitor pergerakan. Yang pastinya adalah seperti yang kami sampaikan, kami sebagai Toyota Indonesia, dealer, distributor, kemudian manufacturer, dan juga supplier, ingin meminimalisir dampak ini,” ujar Bansar.

Ia menambahkan bahwa timnya berharap tren pelemahan dolar dapat segera berbalik. “Jadi kita akan monitor terus nih. Ya mudah-mudahan memang nanti ke depannya dolar akan menurun, sehingga kita bisa meminimalisir dampak yang ada. Mudah-mudahan juga kalau misalkan turun terus ke depannya, ya tidak perlu (kenaikan harga),” lanjutnya.

Sementara itu, perusahaan juga tengah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dalam rantai industri untuk mencari langkah efisiensi. Upaya ini dilakukan agar dampak pelemahan rupiah terhadap harga jual kendaraan dapat ditekan seminimal mungkin.

“Kita sebetulnya memang juga mencoba berdiskusi dengan semua pihak, semua stakeholder dalam bagaimana kita menyiapkan kendaraan, kita juga melakukan banyak efisiensi untuk bagaimana bisa menanggulangi kenaikan tersebut,” kata Bansar.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan apakah kebijakan harga akan berubah dalam waktu dekat. “Karena itu, kita masih belum bisa sampaikan sekarang. Yang pasti itu menjadi tantangan kita bagaimana kita bisa meminimalisir dampak yang terjadi di konsumen,” pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar