Selebgram penuh tato, Mondy Tatto (25), menjadi sorotan setelah terseret dalam kasus penikaman yang menewaskan seorang anak punk berinisial FA (29) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Perempuan yang dikenal dengan tato ekstrem di seluruh tubuhnya itu diduga menjadi pemicu konflik akibat rasa cemburu.
Dalam rekaman video yang beredar, Mondy disebut turut diamankan oleh Polsek Cikarang Barat. Namun, posisinya bukan sebagai pelaku utama, melainkan saksi penting karena berada di lokasi kejadian dan diduga menjadi salah satu pemicu pertikaian antara dua pria yang berujung maut.
Kasus ini berawal dari hubungan asmara yang rumit. Mondy diketahui menjalin hubungan dengan pelaku penusukan. Sementara itu, korban FA juga disebut memiliki kedekatan khusus dengannya. Bahkan, FA tinggal serumah dengan Mondy di sebuah kontrakan di Cikarang Barat. Kedekatan itulah yang diduga memicu kecemburuan pelaku hingga bertindak nekat.
Peristiwa penikaman terjadi di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, pada Sabtu (27/6/2026) dini hari. Perselisihan antara korban dan pelaku sebenarnya sudah dimulai sejak sore hari di area Pasar Beras Cikarang Jati. Konflik mencapai puncaknya menjelang subuh sekitar pukul 04.00 WIB, ketika pelaku menyerang korban secara brutal.
FA meninggal dunia setelah mengalami sekitar lima luka tusuk di dada kiri dan perut akibat serangan pisau. Kapolsek Cikarang Barat, Dimas Adhit Putranto, mengatakan bahwa setelah penusukan, pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Tambelang. "Setelah menerima laporan, kami bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi," ujarnya pada Minggu (28/6/2026). Pelaku akhirnya berhasil ditangkap dalam waktu singkat oleh tim Buser Polsek Cikarang Barat bersama Polres Metro Bekasi.
Ketua RT setempat, Boy Sandi, membenarkan bahwa perselisihan antara pelaku dan korban akibat memperebutkan Mondy sudah terjadi sejak sehari sebelumnya. "Kayaknya sama-sama pengamen. Mungkin ada masalah sedikit. Sepertinya ada motif asmara, barangkali ada rasa cemburu," katanya. Boy menyebut korban dan pelaku sama-sama berprofesi sebagai pengamen anak punk. Di lingkungan tempat tinggalnya, Mondy diketahui telah mengontrak rumah sekitar delapan bulan. Selama itu, menurut Boy, tidak pernah ada persoalan menonjol. "Selama di sini tidak pernah bikin masalah. Paling cekcok biasa dengan teman-temannya. Baru kali ini sampai ada korban meninggal," tandasnya.
Mondy Tatto dikenal publik sebagai vespunk perempuan dengan tato ekstrem yang menghiasi hampir seluruh tubuhnya, termasuk wajah hingga bagian sekitar mata. Tato di area mata itu dibuat oleh seorang teman yang bukan seniman tato profesional, sehingga Mondy mengaku sempat mengalami gangguan penglihatan selama seminggu. Ia juga pernah menjalani masa-masa sulit di jalanan, gagal dalam rumah tangga, dan memiliki seorang anak laki-laki berusia sekitar 7 tahun.
Di tengah kerasnya kehidupan, Mondy sempat menjadi perhatian publik ketika menyatakan keinginan untuk berhijrah dan mulai menghapus sejumlah tato karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam. Setelah kabar hijrah tersebut, ia menikah dengan Nopendi Setiawan pada Agustus 2023, namun tak lama kemudian melaporkan suaminya atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga sekitar seminggu setelah pernikahan.
Kontroversi lain muncul ketika Mondy mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari tokoh agama asal Malaysia, Ustaz Ebit Lew, saat berniat memperdalam ilmu agama di Malaysia. Ia menuduh adanya upaya mencium dan memegang tangannya. "Aku langsung berpikir dalam hati, 'Dia pandai agama, sedangkan aku bukan mahramnya. Kok dia bisa seperti itu?' Aku takut," ujarnya. "Aku jauh-jauh dari Indonesia ke Malaysia ingin belajar agama, ingin pandai. Kenapa dia melakukan seperti itu. Kan gila. Di luar batas," tambah Mondy. Karena kejadian itu, ia memutuskan pulang ke Indonesia. Menanggapi video viral pengakuan Mondy, sejumlah pihak meragukan kebenaran cerita tersebut dan balik menuding Mondy dengan berbagai dugaan. Ayah Mondy pun sempat muncul ke publik untuk menyampaikan permintaan maaf terkait pernyataan putrinya.
Artikel Terkait
Dendam Bau Kentut Berujung Penusukan dengan Sangkur di Samarinda
Dari Rp 3 Juta, Kini Raup Rp 15 Juta per Bulan: Kisah Agen BRILink di Cikarang
Dari Dapur Seng di Cikarang, Siti Raup Omzet Ratusan Juta dari Usaha Kikil