Harga Pangan Mayoritas Turun, Cabai Rawit dan Minyak Goreng Curah Justru Naik

- Senin, 18 Mei 2026 | 11:01 WIB
Harga Pangan Mayoritas Turun, Cabai Rawit dan Minyak Goreng Curah Justru Naik

Pergerakan harga pangan nasional pada awal pekan ini, Senin (17/5/2026), menunjukkan tren yang beragam. Mayoritas komoditas utama seperti bawang, beras, gula, dan daging tercatat mengalami penurunan harga. Namun, di sisi lain, beberapa jenis cabai dan minyak goreng curah justru mencatatkan kenaikan.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dirilis Bank Indonesia, harga bawang merah turun sebesar 4,26 persen menjadi Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, bawang putih mengalami penurunan yang lebih signifikan, yaitu 35,9 persen, sehingga harga saat ini berada di level Rp25.000 per kilogram.

Penurunan harga juga terjadi pada berbagai kualitas beras. Beras kualitas bawah I turun tipis 0,34 persen menjadi Rp14.500 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II turun 7,22 persen ke angka Rp13.500 per kilogram. Untuk beras kualitas medium I, harganya turun 4,95 persen menjadi Rp15.350 per kilogram, dan beras kualitas medium II turun 8,13 persen menjadi Rp14.700 per kilogram.

Di sisi lain, beras kualitas super I turun 8,05 persen menjadi Rp16.000 per kilogram, sementara beras kualitas super II turun 8,28 persen menjadi Rp15.000 per kilogram. Meski demikian, tidak semua komoditas menunjukkan tren penurunan. Pada kelompok cabai, misalnya, pergerakan harga justru bervariasi. Cabai merah besar naik 1,66 persen menjadi Rp55.000 per kilogram, dan cabai rawit merah melonjak 10,86 persen ke harga Rp75.000 per kilogram.

Namun, cabai merah keriting justru turun 4,15 persen menjadi Rp49.700 per kilogram, dan cabai rawit hijau mengalami penurunan cukup dalam, yakni 30,76 persen, sehingga harganya menjadi Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras segar turun 6,98 persen menjadi Rp36.000 per kilogram. Daging sapi kualitas I turun 13,73 persen menjadi Rp127.500 per kilogram, dan daging sapi kualitas II turun 15,62 persen menjadi Rp117.500 per kilogram.

Di sektor gula, harga gula pasir kualitas premium turun 5,94 persen menjadi Rp19.000 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal turun 12,76 persen menjadi Rp16.750 per kilogram. Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah justru naik 2,19 persen menjadi Rp21.000 per liter. Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing turun 7,76 persen dan 10,87 persen, sehingga berada di harga Rp22.000 dan Rp20.500 per liter. Adapun telur ayam ras segar turun 19,35 persen menjadi Rp25.000 per kilogram.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar