Lebih jauh, Ardiel mengingatkan semua pihak yang bertikai tentang kewajiban mereka. Keselamatan personel PBB harus dijamin, termasuk dengan menghormati status kekebalan wilayah yang berada di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. UNIFIL mendesak keras agar kekerasan dihentikan. Langkah konkret menuju gencatan senjata harus segera diambil.
"Tidak ada solusi militer untuk konflik ini," tekan Ardiel. Misi PBB itu menegaskan, perang yang berkepanjangan hanya akan memperburuk keadaan. Korban jiwa akan terus berjatuhan, kerusakan makin meluas, dan penderitaan manusia semakin dalam.
Konflik ini sendiri kembali memanas belakangan ini. Israel diketahui melancarkan serangan udara dan darat di Lebanon selatan, meski sebenarnya kesepakatan gencatan senjata sudah berlaku sejak November 2024. Pemicunya adalah insiden lintas batas yang dilakukan Hizbullah awal Maret lalu.
Di sisi lain, kelompok Hizbullah pun tak tinggal diam. Sejak Maret, mereka membalas dengan gempuran roket ke wilayah Israel. Eskalasi ini juga tak lepas dari terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan AS dan Israel akhir Februari lalu. Situasi di perbatasan itu kini seperti bara dalam sekam, siap meledak kapan saja.
Artikel Terkait
Polisi Banten Siap Panggil Mahasiswa Diduga Rekam Dosen di Toilet Kampus
Trump Klaim Pilot AS Diselamatkan dari Iran, Klaim Berlawanan Muncul dari Tehran
Trump Usulkan Tarif Lintas di Selat Hormuz Usai Klaim Kemenangan atas Iran
BRIN Konfirmasi Cahaya Misterius di Langit Lampung adalah Sampah Antariksa Roket China