Gambaran serupa terlihat di tingkat nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai tren ini sebagai pertanda perkembangan pesat. Ia menekankan bahwa infrastruktur adalah kunci utama.
Sementara itu, dari sisi penyedia layanan, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyoroti strategi pengembangan yang tak hanya fokus pada kuantitas. Menurutnya, kemajuan teknologi dan integrasi layanan digital turut mendongkrak kepercayaan masyarakat.
Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah menyebar 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia. Rata-rata, jarak antar stasiun pengisian itu sekitar 22 kilometer cukup untuk meredakan 'kecemasan jarak tempuh'.
Tak cuma itu, untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis. Mereka pun meningkatkan kapasitas banyak SPKLU, dari pengisian standar menjadi fast charging bahkan ultra fast charging. Layanan digital seperti fitur Trip Planner dan AntreEV di aplikasi PLN Mobile disebut-sebut ikut memanjakan pengguna.
Semua langkah ini, pada akhirnya, bertujuan agar peralihan ke kendaraan listrik tak sekadar wacana, tetapi benar-benar terasa di jalanan.
Artikel Terkait
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta
Trump Kritik NATO dan Sekutu Asia, Sebut Kehadiran Militer AS Sebagai Pengorbanan
Wapres Gibran Tinjau Langsung Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
Jasa Raharja Tegaskan Etika dan Kepatuhan sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis