Momen mudik Lebaran tahun ini memberikan gambaran yang cukup jelas: antusiasme masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah timur, terhadap kendaraan listrik sedang melonjak. Hal ini tercermin dari data transaksi pengisian daya yang naik lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun lalu. Tampaknya, ekosistem mobil listrik mulai benar-benar hidup di Sulawesi.
Menurut catatan PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar, selama periode Idulfitri tercatat 2.701 transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Nilainya mencapai hampir Rp 195 juta. Angka ini melesat jauh, sekitar 208%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 875 transaksi senilai Rp 63 juta.
Di sisi lain, peningkatan drastis ini bukanlah suatu kebetulan. Menurut Ahmad Amirul Syarif, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, hal ini menunjukkan kepercayaan publik yang tumbuh.
PLN sendiri memastikan seluruh infrastrukturnya beroperasi optimal untuk mendukung mobilitas, termasuk perjalanan jarak jauh yang lumayan. Hingga awal April 2026, di tiga provinsi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat telah beroperasi 74 unit SPKLU yang tersebar di 54 lokasi berbeda.
Amirul menambahkan, ekspansi infrastruktur akan terus dilakukan bertahap. Tujuannya sederhana: memastikan akses pengisian daya semakin mudah dan merata.
Artikel Terkait
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta
Trump Kritik NATO dan Sekutu Asia, Sebut Kehadiran Militer AS Sebagai Pengorbanan
Wapres Gibran Tinjau Langsung Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
Jasa Raharja Tegaskan Etika dan Kepatuhan sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis