"Namun, memang PR-nya adalah realisasi untuk belanjanya. Belanjanya ini masih cukup rendah, Pak Gubernur, ya," tegas Bima.
Ia menekankan, alokasi untuk program yang berdampak langsung ke masyarakat harus diperbesar. Artinya, pendapatan yang sehat perlu diimbangi dengan belanja yang maksimal dan tepat sasaran.
Lebih jauh, Bima mendorong pemerintah daerah bersinergi mendukung program prioritas nasional. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi salah satu fokus. Ia meminta kepala daerah terlibat aktif memastikan kelancaran ekosistem dan rantai pasok program itu dari hulu ke hilir.
Terakhir, Bima berpesan agar Musrenbang tak sekadar jadi agenda seremonial belaka. Forum ini harus menjadi wadah kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan komunitas, akademisi, hingga pelaku usaha atau yang kerap disebut pendekatan pentaheliks.
"Saya titip saja ini, Pak Gubernur, agar Kepri bisa mempertahankan solid dan kekompakannya, karena angka-angkanya sudah bagus tadi," ungkapnya.
Kebersamaan antara unsur pemerintah daerah, Forkopimda, legislatif, dan eksekutif, dari level provinsi hingga kabupaten/kota, ia yakini adalah kunci untuk melanjutkan dan mencapai target-target nasional yang telah ditetapkan.
Artikel Terkait
Wapres Gibran Tinjau Langsung Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
Jasa Raharja Tegaskan Etika dan Kepatuhan sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
Gubernur Jabar Bayar Dua Bulan Gaji Tertunggak Karyawan Kebun Binatang Bandung
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang