Agamawan juga menjelaskan, program ini melibatkan banyak pihak yang saling terkait. Mulai dari mitra penyedia bahan pangan, satuan pelayanan gizi, sampai yayasan yang mengelola dapur produksi. Semuanya harus kompak.
Di sisi lain, yayasan juga punya pekerjaan rumah lain. Mereka harus memastikan fasilitas pendukungnya siap, terutama di area dapur produksi. Salah satu poin yang dapat sorotan serius adalah ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Ini penting bukan cuma untuk kebersihan, tapi juga untuk keberlanjutan lingkungan sekitar lokasi program. Jangan sampai niat bagus penuhi gizi malah bikin masalah baru.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan
Don Lee Ucapkan Terima Kasih ke Pemprov DKI atas Dukungan Syuting Film Extraction: Tygo
AS Siap Genjot Serangan ke Iran Jelang Berakhirnya Ultimatum Trump
UNIFIL Peringatkan Nyawa Pasukan Perdamaian Terancam Eskalasi Israel-Hizbullah