Di tengah acara Ceramah Kebangsaan di Perguruan Taman Siswa Jogja, Senin lalu, Ahmad Muzani menyuarakan keprihatinan yang dalam. Ketua MPR RI itu tak tanggung-tanggung menyebut konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat sebagai sebuah bencana. Bukan cuma untuk kemanusiaan, tapi juga untuk banyak hal lain.
“Suasana perang yang sekarang sedang berkecamuk di Iran, antara Iran melawan Amerika dan Israel, adalah bencana besar bagi kemanusiaan,” tegas Muzani.
Menurutnya, dampak dari peperangan itu juga akan menghantam ekonomi global, bahkan merusak peradaban dan ekologi alam. Seruannya jelas: pihak-pihak yang bertikai harus segera menghentikan permusuhan.
Memang, lokasi perang itu ribuan kilometer jauhnya dari Indonesia. Namun begitu, Muzani mengingatkan bahwa gelombang efeknya sudah mulai terasa di sini. Ia melihat tanda-tandanya.
“Negara-negara tetangga kita Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, sudah mulai menaikkan berbagai macam harga-harga,” jelasnya.
Tak cuma di Asia Tenggara. Australia pun disebutnya sudah merasakan kenaikan harga untuk barang-barang pokok. Intinya, gejolak di satu titik dunia ini, lambat laun, akan sampai juga ke meja makan kita. Jarak, tampaknya, bukan lagi penghalang bagi dampak sebuah konflik di era yang saling terhubung ini.
Pidatonya di Yogyakarta itu pada intinya adalah peringatan. Bahwa perang di mana pun selalu punya konsekuensi yang luas dan menyakitkan, menjalar bak riak di air yang tenang. Dan kita semua, mau tak mau, akan merasakan basahnya.
Artikel Terkait
Polri Kirim Tim ke Lokasi Putusnya Sutet di Jambi Usai Padam Listrik Massal di Sumatera
Siloam Oncology Summit 2026: 700 Tenaga Kesehatan Kuasai Teknik Baru Penanganan Kanker
Polisi Tangkap Tiga Pembuat Konten Pocong Viral di Kediri yang Resahkan Warga
Emerald Jadi Mata Uang Utama di Minecraft, Pemain Beralih ke Ekonomi Desa demi Akses Barang Langka