Jatim dan Uzbekistan Pererat Kerja Sama Budaya dan Wisata Religi

- Senin, 06 April 2026 | 23:45 WIB
Jatim dan Uzbekistan Pererat Kerja Sama Budaya dan Wisata Religi

Oleh: Masrul Fajrin


Surabaya – Upaya mempererat hubungan antara Jawa Timur dan Uzbekistan kembali digeber. Kali ini, fokusnya diarahkan pada sektor yang punya daya pikat kuat: budaya dan wisata religi. Kerja sama bilateral ini diharapkan bisa membuka konektivitas lebih luas, memfasilitasi ziarah, dan jadi jembatan pertukaran budaya.

Momen penguatan ini ditandai dengan kedatangan tamu penting dari Asia Tengah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Hadir Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, bersama Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, dan Wakil Gubernur Rustam Kobilov. Suasana pertemuan itu sendiri terasa berbeda, karena tak hanya diisi pejabat. Unsur ulama dan akademisi dari kedua belah pihak juga turut serta, memberi nuansa yang lebih mendalam dibanding sekadar pertemuan formal biasa.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan komposisi delegasi yang hadir.

“Delegasi Uzbekistan hadir lengkap, termasuk imam Masjid Imam Bukhari dan akademisi. Kami juga mengundang alim ulama dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” kata Khofifah, Senin (6/4/2026).

Dalam paparannya, Khofifah menyelipkan narasi sejarah yang menarik. Dia menyinggung kedekatan historis dan spiritual Jatim dengan Samarkand. Tradisi ziarah warga Jawa Timur ke makam Imam Bukhari di sana menjadi salah satu buktinya. Tak ketinggalan, jejak sejarah Sunan Gresik, Maulana Malik Ibrahim, yang diyakini berasal dari wilayah itu juga menjadi perekat.

“Ini berpotensi menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Jawa Timur untuk wisata religi,” ujarnya.

Di sisi lain, sambutan hangat Pemprov Jatim mendapat apresiasi dari tamunya. Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, menyampaikan keinginannya untuk menjalin kerja sama yang lebih nyata.

“Kami ingin mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan bersama Jawa Timur,” katanya.

Lalu, apa langkah konkretnya? Pemprov Jatim tak main-main. Mereka langsung melibatkan pelaku industri, seperti agen perjalanan, untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Samarkand. Yang tak kalah penting, isu konektivitas transportasi jadi perhatian serius. Pembukaan penerbangan langsung dari Indonesia menuju Samarkand atau Tashkent dianggap sebagai peluang yang harus diwujudkan.

“Penguatan konektivitas ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarmasyarakat, khususnya dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran budaya,” tutup Khofifah.

Menurut sejumlah saksi, undangan dalam pertemuan itu memang cukup spesifik. Pemprov Jatim sengaja mengundang perwakilan ulama dari pesantren-pesantren yang konsisten mengajarkan hadis shahih Imam Bukhari. Tujuannya jelas, agar pertukaran ilmu bisa lebih langsung. Agen perjalanan juga dilibatkan sejak dini, agar mereka punya gambaran tentang potensi paket wisata religi ke makam Imam Bukhari dan situs-situs bersejarah lainnya di Samarkand.


Editor: Redaksi

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar