Utang Pinjaman Online Tembus Rp100,69 Triliun, OJK Waspadai Kenaikan Tunggakan

- Senin, 06 April 2026 | 15:15 WIB
Utang Pinjaman Online Tembus Rp100,69 Triliun, OJK Waspadai Kenaikan Tunggakan

Sementara itu, pembiayaan dari modal ventura tumbuh sangat tipis, hanya 0,78 persen, dengan nilai akhir Rp16,46 triliun.

Kalau dilihat secara keseluruhan, sektor PVML masih menunjukkan ketahanan. Piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan bertambah 1,01 persen jadi Rp512,14 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh pembiayaan modal kerja yang naik 8,31 persen. Profil risikonya pun masih aman. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross ada di 2,78 persen dan net 0,81 persen jauh di bawah batas 5 persen. Rasio utang terhadap modal (gearing ratio) juga sehat, tercatat 2,13 kali, masih jauh dari batas maksimum 10 kali.

Namun begitu, OJK tidak lengah. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengingatkan bahwa konflik global, khususnya di Timur Tengah, tetap menjadi ancaman serius. Menurutnya, eskalasi konflik berpotensi menggoyang sektor keuangan kita melalui tiga jalur: gejolak pasar keuangan, kenaikan harga energi, serta gangguan langsung pada perdagangan dan investasi.

Oleh karena itu, OJK mendesak semua lembaga jasa keuangan untuk tidak berpuas diri. Mereka harus melakukan penilaian risiko yang lebih mendalam dan proyektif. Penguatan manajemen risiko, pemantauan intensif, serta menjaga likuiditas dan modal yang memadai menjadi langkah antisipatif yang mutlak diperlukan di tengah ketidakpastian ini.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar